Rabu, 09 Februari 2011

SEORANG SOSOK LEADER INSPIRATORKU !!!


Di dalam kehidupan kita, setiap orang pasti mempunyai seorang sosok leader yang mejadi inspirator hidup, setiap orang pasti mempunyai perbedaan dalam menentukan siapa sang sosok leader tersebut, apakah itu dalam lingkungan keluarga, masyarakat social dan lain lain. biasanya dalam  lingkungan keluarga meliputi ayah, ibu, kakak, paman, bibi, nenek atau kah kakek. dan lingkungan masyarakat meliputi tokoh  masyarakat, tokoh  agama, tokoh tokoh lainnya yang mempunyai peranan penting dalam hal tertentu dalam masyarakat social.Di dalam memilih sosok leader tersebut tentunya mempunyai alasan  bagi setiap orang. ada memilih karena kecantikan orang tersebut, cakep, orangnya kaya,  jiwa kepemimpinan yang bagus, santun dan ramah, orang berwibawa dan punya kekuasaan, pejabat tinggi dan alasan lainya yang bagi seseorang untuk menentukan sosok sang leader tersebut.
Begitu juga dengan saya sendiri, saya mempunyai  seorang sosok sang leader  dalam hidupku ini, dan sang leader tersebut adalah nenek saya, mungkin hanya sedikit dari sekian banyaknya orang yang menjadikan nenek sebagai seorang sosok sang leader dalam hidupnya.  nenek saya adalah wanita yang tangguh meskipun sudah lama di tinggal oleh sang kakek, tetapi ia masih seorang sosok yang tangguh dan kuat dalam mengurusi semua urusan dan keperluan keluarga saya, anak dan cucu cucunya sangat sayang dan patuh kepadanya, meskipun  dia bukan secara langsung yang bekerja keras untuk menghidupi kelangsungan keluarga saya, tetapi ia merupakan orang yang sangat berperan dalam terhadap anak cucunya, ia selalu memberikan motivasi dan dorongan, selalu memberikan dukungan untuk anak  dan cucunya untuk memahami arti kehidupan kita sebenarnya, meskipun juga ayah berperan penting dalam keluarga saya sebagai sumber penghasil dan kepala keluarga, tetapi  ayah selalu tak lupa akan motivasi dan nasehat nenek dalam melakukan sesuatu dan menujukkan jalan yang benar sebagai seorang kepala keluarga, di situlah saya menjadikan nenek saya sebagai sosok seorang  leader inspirator hidupku, kerja kerasnya dan ketangguhan dalam mengurus anak dan cucunya sendirian dalam memberikan arahan dan nasehat yang menuntun kami semua ke jalan yang benar.
 Kemudian dan anak dan cucunya tidak ada yang di beda bedakan, besar kecil, tua muda, semuanya sama di mata nenekku, di dalam keluarga kami nenek di juluki sang motivator karena motivasi dan nasehat -nasehatnya tidak pernah salah dan selalu menuntun ajaran kebenaran, dan kami semua sadar bahwa yang telah di lakukan oleh nenek yaitu demi kebahagian anak dan cucunya dan keluarganya meskipun kakek lebih duluan pulang ke Yang Maha Kuasa, dan kami semua selalu berbakhti selalu memdoakan kepada Sang Pencipta untuk di berikan kesehatan dan umur yang panjang buat nenek kami yang tersayang agar selalu menuntun kami ke jalan yang benar ajaran kepercayan  kami.


TUGAS MID KOMUNIKASI ANTAR PERSONAL DAN KELOMPOK

1).Bagaimana teori Johari Window memandang konsep diri ?

Jawab :
Konsep diri merupakan Faktor yang sangat penting dan menentukan dalam komunikasi antar pribadi. Kunci keberhasilan hidup adalah konsep diri positip. Konsep diri memainkan peran yang sangat besar dalam menentukan keberhasilan hidup seseorang, karena konsep diri dapat dianalogikan sebagai suatu operating system yang menjalankan suatu komputer. Terlepas dari sebaik apapun perangkat keras komputer dan program yang di-install, apabila sistem operasinya tidak baik dan banyak kesalahan maka komputer tidak dapat bekerja dengan maksimal. Hal yang sama berlaku bagi manusia. jadi konsep diri dalam memandang teori johari window yaitu  dengan menggunakan teori  konsep Johari Window sebagai perwujudan bagaimana seseorang berhubungan dengan orang lain yang digambarkan sebagai sebuah jendela. ‘Jendela’ tersebut terdiri dari matrik 4 sel, masing-masing sel menunjukkan daerah self (diri) baik yang terbuka maupun yang disembunyikan. Keempat sel tersebut adalah daerah publik, daerah buta, daerah tersembunyi, dan daerah yang tidak disadari. 
Open area adalah informasi tentang diri kita yang diketahui oleh orang lain seperti nama, jabatan, pangkat, status perkawinan, lulusan mana, dll. Ketika memulai sebuah hubungan, kita akan menginformasikan sesuatu yang ringan tentang diri kita. Makin lama maka informasi tentang diri kita akan terus bertambah secara vertical sehingga mengurangi hidden area. Makin besar open area, makin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal kita.
Hidden area berisi informasi yang kita tahu tentang diri kita tapi tertutup bagi orang lain. Informasi ini meliputi perhatian kita mengenai atasan, pekerjaan, keuangan, keluarga, kesehatan, dll. Dengan tidak berbagi mengenai hidden area, biasanya akan menjadi penghambat dalam berhubungan. Hal ini akan membuat orang lain miskomunikasi tentang kita,  yang kalau dalam hubungan kerja akan mengurangi tingkat kepercayaan orang
Blind area yang menentukan bahwa orang lain sadar akan sesuatu tapi kita tidak. Misalnya bagaimana cara mengurangi grogi, bagaimana caranya menghadapi dosen A, dll. Sehingga dengan mendapatkan masukan dari orang lain, blind area akan berkurang. Makin kita memahami kekuatan dan kelemahan diri kita yang diketahui orang lain, maka akan bagus dalam bekerja tim.
Unknown area adalah informasi yang orang lain dan juga kita tidak mengetahuinya. Sampai kita dapat pengalaman tentang sesuatu hal atau orang lain melihat sesuatu akan diri kita bagaimana kita bertingkah laku atau berperasaan. Misalnya ketika pertama kali seneng sama orang lain selain anggota keluarga kita. Kita tidak pernah bisa mengatakan perasaan “cinta”. Jendela ini akan mengecil sehubungan kita tumbuh dewasa, mulai mengembangkan diri atau belajar dari pengalaman
2). Apa perbedaan konsep diri dengan dengan kepercayaan diri?
Jawab :
konsep diri adalah  suatu gambaran yang di milki sesorang tentang dirinya ( Hurlock, 1993). sedangkan menurut Brook ( rahmat, 1985 ) mengatakan bahwa konsep diri merupakan persepsi mengenai diri sendiri, baik yang bersifat  fisik, social, maupun psikologis  yang di peroleh melalui interaksinya dengan ornag lain. dari kedua difinisi tersebut maka dapat di katakana bahwa konsep diri merupakan gambaran seeorang tentang diri sendiri, baik yang bersifat fisik, social maupun psikologis yang di peroleh melalui interaksinya dengan orang lain.sedangkan
kepercayaan diri  merupakan sikap positif seorang individu yang memampukan dirinya untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun  terhadap lingkungan/situasi yang dihadapinya. Hal ini bukan berarti bahwa individu tersebut mampu dan kompeten melakukan segala sesuatu seorang diri, alias “sakti”. Rasa percaya diri yang tinggi sebenarnya hanya merujuk pada adanya beberapa aspek dari kehidupan individu tersebut dimana ia merasa memiliki kompetensi, yakin, mampu dan percaya bahwa dia bisa – karena didukung oleh pengalaman, potensi aktual, prestasi serta harapan yang realistik terhadap diri sendiri. 
3). Menurut Anda apa tujuannya berinteraksi dengan orang lain?
Jawab :
manusia adalah Zoon Politicon (mahluk social), sebagai mahluk social manusia tidak bisa hidup sendiri sendiri, harus bergantung pada mahluk lain atau manusia yang lainnya maka kita Sebagai manusia harus saling interaksi dengan satu sama lain,yaitu menjalin hubungan komunikasi dengan baik. Interaksi bertujuan agar manusia bisa mengenal satu sama lain, menjalin hubungan social dengan baik dalam masyarakat.
4). Cari referensi bagaimana latar belakang mempengaruhi kerangka pikiran.
Jawab :
Faktor pengalaman dalam penelitian Libby (1985) dan Shaub (1996) menemukan bahwa seseorang yang berpengalaman mampu menghasilkan motivasi etika yang berperan sebagai penjelasan alternatif bagi penilaian dan keputusan yang lebih baik karena memiliki pengetahuan dasar dari pengalamannya.
Faktor situasional oleh Shaub (1996) yang diteliti adalah faktor yang mengindikasikan kepercayaan atau kecurigaan karena adanya komunikasi, informasi dan ketelitian yang baik (buruk) antara satu orang dan orang lain. Jika terjadi kualitas komunikasi buruk maka ada informasi yang disembunyikan atau terjadi kekeliruan, maka memungkinkan untuk mengkonfrontasikan orang lain untuk mendapat informasi tambahan.
Faktor disposisional bagaimana orang memandang orang lain dalam penelitian yang dilakukan oleh oleh Wrightsman (1962,1964,1966,1974). Faktor disposisional dalam penelitian ini terdiri dari kepercayaan pada pihak lain dan kemandirian. Faktor disposisional merupakan faktor yang ada pada diri seseorang merupakan faktor internal dan mengarah pada sifat pembawaan seseorang. Sifat ini yang masih bisa mempengaruhi rasa percaya seseorang yang berkaitan dengan motivasi, persepsi dan sikap.
Faktor pengalaman menurut Shaub (1996) terdiri dari lamanya seseorang berpengalaman, sedang faktor situasional dalam Shaub (1996) terdiri dari kualitas komunikasi,informasi dan ketelitian seperti yang di lakukan Kee & Knox (1970).
Faktor-faktor disposisional yang di teliti oleh Shaub sebagian besar mengembangkan penelitian Wrightsman (1974) terdiri dari kepercayaan kepada pihak lain dan kemandirian. Hasil Penelitian Shaub (1996) yang menunjukan bahwa pengalaman dan faktor-faktor situasional adalah berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kepercayaan dari pada faktor-faktor disposisional.
(Referensi : http://eprints.undip.ac.id/18064/1/Tutik__Kriswandari.pdf)
5). Bagaimana sikap positif menunjang efektivitas komunikasi antar pribadi?
Jawab :
bersikap positif sangat berpengaruh dan menunjang hubungan komunikasi kita terhadap orang lain,  karena dengan bersikap positif  kita dapat memberikan sesuatu atau hal hal yang positif kepada orang lain atau lawan komunikan kita, sikap positif akan mengubah pola pikir kita dalam bersikap dan menanggapi sesuatu atau masalah, dan dapat mengendalikan emosional untuk memecahkan suatu masalah dengan efektif dan efisien. bersikap positif kepada orang lain akan memberikan respon balik yang positif pula dari orang lain sehingga akan mempererat hubungan komunikasi  antar pribadi dengan orang lain, maka dari itu dengan bersikap positif akan berpengaruh pada efektivitas kita dalam menjalin hubungan komunikasi antar pribadi maupun orang lain.

6). Jelaskan pengertian berikut  !
jawab:
- Self Esteem :
Harga diri adalah istilah yang digunakan dalam psikologi untuk mencerminkan seseorang 's evaluasi secara keseluruhan atau penilaian dari dirinya sendiri layak atau nya.. Harga diri meliputi keyakinan (misalnya, "Saya kompeten") dan emosi seperti kemenangan,, kebanggaan putus asa dan malu.). Harga diri dapat menerapkan secara khusus untuk dimensi tertentu (misalnya, "Saya percaya bahwa saya seorang penulis yang baik, dan merasa bangga bahwa dalam tertentu") atau mempunyai tingkat global (misalnya, "Saya percaya bahwa saya orang baik, dan merasa bangga pada diriku sendiri secara umum ")
harga diri adalah pendapat Anda sendiri. harga diri yang tinggi adalah pendapat yang baik dari diri sendiri dan harga diri rendah adalah pendapat yang buruk dari diri Anda sendiri.
- Self Disclosure :
Self Disclosure atau proses-pengungkapan diri yaitu baik sadar dan tidak sadar tindakan mengungkapkan lebih lanjut tentang diri kepada orang lain.. Ini mungkin termasuk, namun tidak terbatas pada, pikiran , perasaan , aspirasi , tujuan , kegagalan , keberhasilan , ketakutan , mimpi serta seseorang suka, tidak suka, dan favorit. Biasanya, pengungkapan-diri yang terjadi ketika kita awalnya bertemu seseorang dan terus seperti yang kita membangun dan mengembangkan kita hubungan dengan orang .. Seperti yang kita saling mengenal satu sama lain, kita mengungkapkan informasi tentang diri kita sendiri. Jika seseorang tidak bersedia untuk "mengungkapkan diri" maka orang lain dapat berhenti mengungkapkan informasi tentang diri mereka sendiri juga.
- Etnocentrism :
Etnosentrisme adalah kecenderungan untuk percaya bahwa etnis atau budaya kelompok satu adalah pusat penting, dan bahwa semua kelompok lain diukur dalam hubungannya dengan satu sendiri. Individu etnosentris akan menilai kelompok lain relatif terhadap etnis tertentu sendiri atau kelompoknya nya atau budaya, terutama dengan perhatian untuk bahasa , perilaku, adat istiadat, dan agama . Perbedaan etnis dan sub-divisi berfungsi untuk mendefinisikan setiap etnis 's unik identitas budaya .
Etnosentrisme ini diciptakan oleh William G. Sumner , setelah mengamati kecenderungan orang untuk membedakan antara ingroup dan lain-lain. Dia digambarkan sebagai sering mengarah kepada kebanggaan, kesombongan, kepercayaan  superioritas salah satu kelompok sendiri, dan penghinaan orang luar.

- Self Awareness :
Teori Kesadaran Diri menyatakan bahwa ketika kita memfokuskan perhatian kita pada diri kita sendiri, kita mengevaluasi dan membandingkan perilaku kami saat ini untuk standar internal kami dan nilai-nilai. Kita menjadi sadar diri sebagai evaluator tujuan diri kita sendiri.. Berbagai kondisi emosional diintensifkan oleh kesadaran diri, dan orang-orang kadang-kadang mencoba untuk mengurangi atau melarikan diri melalui hal-hal seperti televisi, video game, obat-obatan, dll Namun, beberapa orang mungkin berusaha untuk meningkatkan kesadaran diri mereka melalui outlet. Orang lebih cenderung untuk menyelaraskan perilaku mereka dengan standar mereka ketika dibuat sadar diri. Orang akan terpengaruh secara negatif jika mereka tidak memenuhi standar pribadi mereka.
Kesadaran diri adalah kesadaran bahwa salah satu ada sebagai individu yang. Tanpa kesadaran diri diri melihat dan menerima pikiran-pikiran yang terjadi akan siapa diri.. Kesadaran diri memberikan satu pilihan atau pilihan untuk memilih pikiran dipikirkan daripada hanya memikirkan pikiran yang distimulasi dari akumulasi peristiwa yang mengarah ke keadaan saat ini.

7. Apa manfaatnya komunkasi antar pribadi?
Jawab :
          komunikasi antar personal sangat bermanfaat bagi kita yaitu kita bisa saling mengenal watak dan karakter satu sama lain. dengan berkomunikasi secara pribadi ini kita dapat menjalin hubungan yang baik dengan orang lain. dengan saling memahami dan saling mengerti, menerima kelebihan dan kekurangan masing masing


Bagaimana Rangka Berfikir untuk Menjadikan Komunikasi yang Efektif ?


Mengenai soal berpikir ini terdapat beberapa pendapat, diantaranya ada yang menganggap sebagai suatu proses asosiasi saja; pandangan semacam ini dikemukakan oleh kaum Asosiasionist. Sedangkan Kaum Fungsionalist memandang berpikir sebagai suatu proses penguatan hubungan antara stimulus dan respons. Diantaranya ada yang mengemukakan bahwa berpikir merupakan suatu kegiatan psikis untuk mencari hubungan antara dua objek atau lebih. Secara sederhana, berpikir adalah memproses informasi secara mental atau secara kognitif.
Secara lebih formal, berpikir adalah penyusunan ulang atau manipulasi kognitif baik informasi dari lingkungan maupun simbol-simbol yang disimpan dalam long term memory. Jadi, berpikir adalah sebuah representasi simbol dari beberapa peristiwa atau item (Khodijah, 2006:117). Sedangkan menurut Drever (dalam Walgito, 1997 dikutip Khodijah, 2006:117) berpikir adalah melatih ide-ide dengan cara yang tepat dan seksama yang dimulai dengan adanya masalah. Solso (1998 dalam Khodijah, 2006:117) berpikir adalah sebuah proses dimana representasi mental baru dibentuk melalui transformasi informasi dengan interaksi yang komplek atribut-atribut mental seperti penilaian, abstraksi, logika, imajinasi, dan pemecahan masalah. Dari pengertian tersebut tampak bahwa ada tiga pandangan dasar tentang berpikir, yaitu (1) berpikir adalah kognitif, yaitu timbul secara internal dalam pikiran tetapi dapat diperkirakan dari perilaku, (2) berpikir merupakan sebuah proses yang melibatkan beberapa manipulasi pengetahuan dalam sistem kognitif, dan (3) berpikir diarahkan dan menghasilkan perilaku yang memecahkan masalah atau diarahkan pada solusi.Definisi yang paling umum dari berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep (Bochenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52 dalam http://www.andragogi.com) di dalam diri seseorang. Perkembangan ide dan konsep ini berlangsung melalui proses penjalinan hubungan antara bagian-bagian informasi yang tersimpan di dalam diri seseorang yang berupa pengertian-perngertian. Dari gambaran ini dapat dilihat bahwa berfikir pada dasarnya adalah proses psikologisKemampuan berfikir pada manusia alamiah sifatnya. Manusia yang lahir dalam keadaan normal akan dengan sendirinya memiliki kemampuan ini dengan tingkat yang relatif berbeda. Jika demikian, yang perlu diupayakan dalam proses pembelajaran adalah mengembangkan kemampuan ini, dan bukannya melemahkannya. Para pendidik yang memiliki kecendrungan untuk memberikan penjelasan yang "selengkapnya" tentang satu material pembelajaran akan cendrung melemahkan kemampuan subjek didik untuk berfikir. Sebaliknya, para pendidik yang lebih memusatkan pembelajarannya pada pemberian pengertian-pengertian atau konsep-konsep kunci yang fungsional akan mendorong subjek didiknya mengembangkan kemampuan berfikir mereka. Pembelajaran seperti ini akan menghadirkan tentangan psikologi bagi subjek didik untuk merumuskan kesimpulan-kesimpulannya secara mandiri.Tujuan berpikir adalah memecahkan permasalahan tersebut. Karena itu sering dikemukakan bahwa berpikir itu adalah merupakan aktifitas psikis yang intentional, berpikir tentang sesuatu. Di dalam pemecahan masalah tersebut, orang menghubungkan satu hal dengan hal yang lain hingga dapat mendapatkan pemecahan masalah.

Komunikasi efektif sangat layak anda perhitungkan dalam membangun karir anda. Dengan komunikasi yang baik tentunya akan mendukung segala aktifitas kerja yang kita lakukan. Apalagi bila pekerjaan kita melibatkan berbagai bentuk presentasi, rapa-rapat, lobi-lobi, penyuluhan dan lain-lainya. Bidang pekerjaan komunikasi seperti presenter dan sejenisnya sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita berkomunikasi dalam menyampaikan sesuatu.

Banyak faktor yang dapat membuat apa yang akan kita sampaikan menjadi lebih berkualitas. Seperti kesiapan mental, penguasaan bahan, kelengkapan sarana pendukung serta hal-hal lainnya. Adakalanya anda merasa ‘nervous’ hingga untuk mengungkapkan sesuatu anda malah kehilangan percaya diri bahkan pembicaraan jadi berputar-putar.

Nah guna mempersiapkan diri lebih baik, tidak ada salahnya kita mempelajari tips-tips dasar dibawah ini :

1. Gunakan kalimat seefektif mungkin

Uraikan isi pembicaraan dengan kalimat efektif dan langsung mengena pada sasaran. Hindari mengungkapkan informasi detail yang kurang relevan, seperti, “Tadi sebelum menuju tempat ini saya bertemu family saya di suatu tempat….”. Biasanya lawan bicara anda tidak akan peduli dengan informasi yang tidak berhubungan dengan topik pembicaraan. Hindari penggunaan idiom bahasa yang kurang/tidak dimengerti calon pendengar anda. Dengan kata lain, kenali latar belakang calon pendengar anda.

2. Jangan mengungkapkan pengulangan ide/pokok bahasan

Jika anda ingin mengungkapkan ide, entah pada bos atau dalam suatu rapat, ketahui lebih dulu apakah ide tersebut sudah pernah diungkapkan oleh yang lain. Jika sudah, lebih baik anda tidak usah mengungkapkannya. Karena umumnya orang tidak akan tertarik mendengarkan pengulangan sebuah ide. Dalam presentasi suatu analisa, usahakan tidak terjadi pengulangan kalimat-kalimat yang merupakan teori ataupun kesimpulan. Aturlah urutan penyampaian agar lebih fokus saat menyampaikannya.

3. Jangan berbicara terlalu lambat

Tutur kata yang terlalu pelan dan lamban hanya akan membuat lawan bicara anda bosan dan tidak sabar. Lagipula gaya bicara anda yang terlalu pelan akan mengesankan anda ragu-ragu dan tidak percaya diri. Karena itu bicaralah dengan nada yang optimis dan penuh percaya diri.

Namun yang patut kita ingat, bukan berarti anda harus berbicara secara cepat tanpa ritme. Anda harus pandai menentukan ritme bicara, dimana harus berbicara dan dimana harus berhenti. Ritme yang tepat dalam berkomunikasi tentunya didapat setelah anda sering melakukan latihan/pengalaman orasi yang cukup.

4. Hindari gumaman yang terlalu sering

Gumaman yang terlalu sering hanya akan mengganggu pembicaraan anda. Lagipula lawan bicara anda akan merasa lelah menunggu kapan pembicaraan anda selesai. Sebisa mungkin minimalkan atau hilangkan gumaman seperti “ ehmmm…., eeee…., oooo…..", dsb. Hal ini juga akan mengurangi respek calon pendengar anda, karena anda dinilai tidak menguasai materi pembicaraan.

5. Hindari humor yang tidak perlu

Melontarkan humor memang sah-sah saja untuk menyegarkan suasana. Namun, anda harus tanggap membaca suasana setelah anda mengungkapkan humor. Apakah lawan bicara anda benar-benar terpancing tertawa atau tertawa dengan terpaksa. Atau bahkan menunjukkan wajah yang terganggu dengan humor anda. Jika lawan bicara anda tidak tertarik dengan humor anda, teruskan pembiraan kembali. Jangan memaksa lawan bicara untuk mentertawakan humor anda yang telah gagal.

Dengan mempelajari dan melakukan tips diatas, anda dapat bermokunikasi secara lebih efektif sekaligus melatih diri anda menjadi pribadi yang efektif. Ingat keefektifan diperlukan dalam menyelesaikan setiap pekerjaan.

Sabtu, 29 Januari 2011

Keinginanku...!!!!


1.      Saya ingin memilki nilai IP (Indeks Prestasi) minimal 3.0 sampai selesai kuliah.
2.      Saya ingin mempunyai sebuah bisnis sambil kuliah.
3.      Saya ingin lulus kuliah pada tahun 2012 dengan gelar Sarjana Ekonomi
4.      Saya ingin bekerja di  perusahaan PT. INCO INTERNASIONAL setelah lulus kuliah.
5.      Saya ingin bekerja dengan konpensasi yang tinggi minimal 5 juta per bulan.
6.      Saya ingin mempunyai usaha atau bisnis yang terkenal di kawasan Indonesia timur.
7.      Saya ingin menjadi entrepreur yang terkenal di Indonesia yang di kenal dari Sulawesi selatan.
8.      Saya ingin mempunyai perusahaan produksi dengan produk label dan brand yang berbeda dengan perusahaan lainnya
9.      Saya ingin mendirikan suatu perusahaan industry yang besar yang belum ada di Sulawesi seperti industry besi dan  logam.
10.  Saya ingin mempunyai sebuah pertamina di Makassar di jalan Dr. ratulangi.
11.  Saya ingin mendirikan sebuah Pabrik Gabah yang canggih dan teknologi yang modern di yang belum ada di sidrap.
12.  selain entrepreneur Saya ingin menjadi seorang dosen di Universitas Indonesia dan universitas terkenal lainnya di indonesia.
13.  Saya ingin mendirikan sebuah yayasan pendidikan yang bernama ‘’yayasan pendidikan LAGALIGO’. yang terkenal di kawasan Indonesia timur
14.  .Saya ingin mendirikan sebuah sekolah di pedesaan khusus orng yang tidak mampu.
15.  Saya ingin mendapat gelar sarjana S2 di luar negeri khususnya di Australia.
16.  Saya ingin mendapat gelar sarjana S3 dilaur negeri khususnya di USA.
17.  Saya ingin menjadi seorang pengarang dan penulis buku yang banyak di minati masyarakat.
18.  selain itu saya ingin menjadi seorang filsafat dan arkeolog.
19.  Saya ingin mendirikan sebuah museum pribadi tentang benda benda pusaka dan peninggalan sejarah lainnya.
20.   Saya ingin mendirikan perpustakaan khusus.
21.  Saya ingin mendirikan sebuah lapangan putsal di kampung halaman saya.
22.  Saya ingin mendirikan sebuah  lapangan basket di kampung halaman saya sekaligus sebagai pusat olah raga
23.  Saya ingin menjadi seorang politikus yang terkenal.
24.  Saya ingin menjadi seorang anggota dewan penyalur aspirasi masyarakat
25.  Saya ingin punya sebuah bisnis dan investasi di luar negeri.
26.  Saya ingin punya peternakan ayam besar di kampung halaman saya.
27.  Saya ingin punya perusahaan sendiri yang kantornya besar dan punya karyawan yang banyak.
28.  Saya ingin mempunyai sebagian saham di perusahaan PT. Bank Mandiri.tbk
29.  Saya ingin mempunyai sebuah kapal pesiar internasional.
30.  Saya ingin menjadi Manager SDM di Bank Indonesia ( BI ).
31.  Saya ingin jalan jalan ke Paris tepatnya di menara Eiffel
32.  Saya ingin liburan bersama keluarga di Disney Land di amerika serikat
33.  Saya ingin bertemu langsung dengan Barack Obama dan berjabat tangannya.
34.  Saya ingin mengarungi sepanjang sungai Amazon.
35.  Saya ingin berkunjung ke Menara Pizza di Italy.
36.   Saya ingin berkunjung ke Vatikan di gereja katolik.
37.  Saya ingin ke Barcelona tepatnya di air mancur di pusat kota.
38.  Saya ingin ke air terjun Niagara di Kanada.
39.  Saya ingin ke stadion Manchester United di inggris bertemu langsung dengan para pemainnya.
40.  Saya ingin menjadi seorang perwira tinggi polri
41.  Saya ingin memiliki mobil Ford Everest 4WD.
42.  Saya ingin memiliki mobil Hammer.
43.  Saya ingin liburan ke Bali setiap selesai final bersama teman teman saya.
44.  Saya ingin mendirikan sebuah hotel di pulau bali
45.  Saya ingin mendirikan sebuah pondok di pantai kuta bali untuk para wisatawan
46.  Saya ingin mendirikan sebuah rumah type minimalis dengan arsitektur dan desain tersendiri.
47.  Saya ingin mendirikan sebuah hotel di pulau Lombok
48.  Saya ingin ke singapura liburan bersama keluarga.
49.  Saya ingin memiliki apartemen di kawasan kunigan di jakarta
50.  Saya ingin mendirikan sebuah rumah yang mewah untuk orang tua saya.